Rabu, 24 Juni 2020

Seven Layers OSI

fungsi-fungsi dari protokol :


  1. ICMP

    ICMP sendiri adalah sebuah kependekan dari Internet Control Message Protocol.ICMP berarti protokol jaringan internet yang berfungsi untuk memberikan kiriman pesan – pesan ke dalam sebuah jaringan, mulai dari mengirimkan pesan eror, pesan diterima, hubungan putus atau connection lost, dan sebagainya. Dengan adanya ICMP ini, maka jaringan akan mengetahui respon – respon yang terjadi selama konektivitas di dalam jaringan itu berlangsung.

      Fungsi dari ICMP
    1. Membantu proses error handling / melaporkan apabila terjadi error pada sebuah jaringan
    2. Dengan adanya protocol ICMP ini, maka setiap error yang terjadi dapat dihandle langsung oleh protocol ini, dimana protocol ICMP ini bertugas untuk melakukan tindakan – tindakan ketika terjadi yang namanya error di dalam sebuah jaringan komputer tesebut.

    3. Membantu control procedure atau prosedur pengaturan pada sebuah jaringan
    4. Dengan adanya ICMP ini, maka setiap jaringan komputer dapat berjalan sesuai dengan prosedur juga ketentuan yang ada, sehingga tidak mengalami melenceng atau kesalahan dalam proses transmisi jaringan tersebut.

    5. Menyediakan pengendalian error dan pengendalian arus pada network layer atau lapisan jaringan
    6. ketika bekerja, sebuah jaringan akan memiliki beberapa macam lapisan atau layer – layer tertentu yang mana setiap paket data harus melewatinya. ICMP bertugas untuk melakukan pengendalian terhadap arus yang akan masuk ke dalam masing – masing layer tersebut.

    7. Mendeteksi terjadinya error pada jaringan, seperti connection lost, kemacetan jaringan dan sebagainya
    8. etika ICMP mendeteksi terjadinya error, biasanya router atau perangkat keras jaringan lainnya akan memberikan tanda kepada ICMP, misalnya host tidak dapat dijangkau, atau koneksi terputus. Pada saat itu, ICMP akan menerima dan mendeteksi hal tersebut, dan kemudian melaporkan situasi dimana terjadi error.

  2. POP3

    POP3 adalah kependekan dari Post Office Protocol versi 3. POP3 adalah sebuah protocol di dalam jaringan internet yang memiliki fungsi seperti bis surat, dan digunakan di dalam email client yang kita miliki untuk mengambil dan membaca email atau surat elektronik yang masuk.

      Fungsi POP3

      Fungsi utama dari POP3 ini adalah untuk menyimpan sementara email yang terkirim di dalam sebuah email server, dan kemudian meneruskannya ke dalam email client, dimana baru akan terespon ketika email tersebut sudah dibuka oleh user yang berhak (dalam hal ni adalah mereka yang memegang username dan juga password dari alamat email).

      POP3 adalah protocol email yang digunakan pada berbagai macam email client, mulai dari aplikasi email pada desktop, seperti Microsoft outlook, hingga aplikasi email pada smartphone, misalnya Gmail, Ymail, dan sebagainya.

      Dengan adanya protocol POP3 pada email client ini, maka setiap surat atau email yang sudah terttampung ke dalam email server akan dimunculkan di dalam email client dan akan dibuka ketika user memiliki hak akses atas surat atau email tersebut.

  3. SMTP

    SMTP merupakan singkatan dari Simple Mail Transfer Protocol yang termasuk ke dalam salah satu protokol jaringan internet. SMTP bertugas untuk mengontrol transmisi dan juga negosiasi data dengan memanfaatkan TCP atau Transfer Control Protocol.

      Fungsi SMTP
    1. Digunakan untuk membantu mempercepat pengiriman surat
    2. Privasi terjaga
    3. Tidak perlu membutuhkan biaya untuk perangko
    4. Dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja
    5. Mempermudah Anda di dalam berkomunikasi, terutama ketika Anda berada di lokasi yang sangat jauh, seperti beda negara.
    6. Memiliki banyak vendor yang telah menyediakan layanan email bagi para penggunanya.

  4. FTP

    FTP singkatan dariFile Transfer Protocol adalah suatu protokol yang berfungsi untuk pertukaran file dalam suatu jaringan komputer yang mendukung protokol TCP/IP. FTP terdiri dari sebuah client dan sebuah server yang merupakan aplikasi yang memberikan akses/pertukaran transfer data antara dua komputer (client dan server).

      Fungsi FTP
    1. Mensharing data
    2. Menyediakan indirect atau implicit remote komputer.
    3. Menyediakan tempat penyimpanan bagi user.
    4. Menyediakan transfer data yang reliable dan efisien.
    5. FTP dapat digunakan untuk melakukan backup dan restore data Website dengan mudah.

  5. ARP

    ARP atau Address Resolution Protocol adalah protocol yang bertugas untuk mencari tahu alamat hardware atau Mac Address dari sebuah host yang tergabung dalam sebuah jaringan LAN dengan menggunakan atau berdasarkan alamat IP address dari host tersebut.

      Fungsi ARP
    1. Peranan protocol ARP dalam networking sangat penting, setiap komputer yang tergabung dalam jaringan komputer local atau LAN, berkomunikasi menggunakan alamat hardware atau Mac Address dan bukan menggunakan alamat IP address.
    2. Karena menggunakan alamat Mac address maka sebuah komputer yang ingin berkomunikasi dengan komputer lain harus mengetahui alamat mac address dari komputer tujuannya.
    3. Dari mana sebuah komputer mengetahui alamat mac address dari komputer tujuan. Dalam tahapan proses transfer data, sebelum sebuah data diberi alamat mac address maka data tersebut diberi alamat logis berupa IP Address, alamat IP address yang ditambahkan merupakan alamat IP address dari komputer tujuan dan komputer pengirim.
    4. Proses berikutnya adalah menentukan alamat hardware atau mac address dari komputer tujuan. Jika komputer tersebut tidak mengetahui alamat tujuannya maka harus dicari tahu. Dengan memanfaatkan atau berdasarkan alamat IP address komputer tujuan maka komputer pengirim melakukan proses pencarian dengan menugaskan protocol ARP.

Kelebihan dan Kekurangan Ipv4 dan Ipv6


    Kelebihan Ipv4
  1. Tidak mensyaratkan ukuran paket pada link layer dan harus bisa menyusun kembali paket berukuran 576 byte.
  2. Pengelolaan rute informasi yang tidak memerlukan seluruh 32 bit tersebut, melainkan cukup hanya bagian jaringannya saja, sehingga besar informasi rute yang disimpan di router, menjadi kecil. Setelah address jaringan diperoleh, maka organisasi tersebut dapat secara bebas memberikan address bagian host pada masing-masing hostnya.
    Kekurangan Ipv4
  1. Panjang alamat 32 bit (4bytes).
  2. Dikonfigurasi secara manual atau DHCP IPv4.
  3. Dukungan terhadap IPSec opsional.
  4. Fragmentasi dilakukan oleh pengirim dan pada router, menurunkan kinerja router.
  5. IPv4 yang hanya memiliki panjang 32-bit (jumlah total alamat yang dapat dicapainya mencapai 4,294,967,296 alamat). IPv4, meskipun total alamatnya mencapai 4 miliar, pada kenyataannya tidak sampai 4 miliar alamat, karena ada beberapa limitasi, sehingga implementasinya saat ini hanya mencapai beberapa ratus juta saja.
    Kelebihan Ipv6
  1. Format header baru. Header baru IPv6 lebih efisien daripada header pada IPv4 (karena memiliki overhead yang lebih kecil). Hal ini diperoleh dengan menghilangkan beberapa bagian yang tidak penting atau opsional.
  2. Jumlah alamat yang jauh lebih besar. Dengan spesifikasi bit untuk alamat standar sebanyak 128-bit memiliki arti IPv6 akan mampu menyediakan alamat unik. Walaupun tidak semuanya akan dialokasikan namun sudah cukup untuk keperluan masa mendatang sehingga teknologi semacam NAT pada IPv4 sudah tidak perlu lagi digunakan.
  3. Jumlah alamat yang jauh lebih besar. Dengan spesifikasi bit untuk alamat standar sebanyak 128-bit memiliki arti IPv6 akan mampu menyediakan 2128 kemungkinan alamat unik. Walaupun tidak semuanya akan dialokasikan namun sudah cukup untuk keperluan masa mendatang sehingga teknologi semacam NAT pada IPv4 sudah tidak perlu lagi digunakan.
  4. Kemampuan Plug-and-play melalui stateless maupun statefull address auto-configuration. Pada teknologi IPv6, sebuah node yang memerlukan alamat bisa secara otomatis mendapatkannya (alamat global) dari router IPv6 ataupun cukup dengan mengkonfigurasi dirinya sendiri dengan alamat IPv6 tertentu (alamat link local) tanpa perlu adanya DHCP server seperti pada IPv4. Hal ini juga akan memudahkan konfigurasi. Hal ini penting bagi kesuksesan teknologi pengalamatan masa depan karena di Internet masa depan nanti akan semakin banyak node yang akan terkoneksi. Perangkat rumah tangga dan bahkan manusia pun bisa saja akan memiliki alamat IP. Tentu saja ini mensyaratkan kesederhanaan dalam konfigurasinya. Mekanisme konfigurasi otomatis pada IPv6 ini akan memudahkan tiap host untuk mendapatkan alamat, menemukan tetangga dan router default bahkan menggunakan lebih dari satu router default untuk redundansi dengan efisien.
  5. Keamanan yang sudah menjadi standar built-in.Jika pada IPv4 fitur IPsec hanya bersifat opsional maka pada IPv6 fitur IPsec ini menjadi spesifikasi standar. Paket IPv6 sudah bisa secara langsung diamankan pada layer network.
  6. Dukungan yang lebih bagus untuk QoS. Adanya bagian (field) baru pada header IPv6 untuk mengidentifikasi trafik (Flow Label) dan Traffic Class untuk prioritas trafik membuat QoS yang lebih terjamin bisa diperoleh, bahkan ketika payload dari paket terenkripsi dengan IPSec dan ESP.
  7. Berbagai protokol baru untuk keperluan interaksi antar node. Adanya protokol baru misalnya Network Discovery dengan komunikasi multicast dan unicast yang efisien bisa menggantikan komunikasi broadcast ARP untuk menemukan neighbor dalam jaringan.
  8. Ekstensibilitas. Di masa depan IPv6 dapat dikembangkan lagi fitur-fiturnya dengan menambahkanya pada extension head.
    Kekurangan Ipv6
  1. Operasi IPv6 membutuhkan perubahan perangkat (keras dan/atau lunak) yang baru yang mendukungnya.
  2. Harus ada pelatihan tambahan, serta kewajiban tetap mengoperasikan jaringan IPv4, sebab masih banyak layanan IPv6 yang berjalan di atas IPv4.


Continue reading Seven Layers OSI

Rabu, 17 Juni 2020

Konfigurasi Dasar Cisco

Konfigurasi Dasar Cisco Router

    membuat konfigurasi :
  • Konfigurasi router melalui PC-0, menggunakan kabel console
  • Pilih kabel console -> klik pada PC-0 -> pilih RS 232
  • kabel konsole ke router, di router pilih console.

  1. Mengganti Hostname
  2.    Fungsi dari perintah ini yaitu untuk memberi nama router atau switch. router(config)#hostname (nama yang diinginkan)
    contoh : router(config)#hostname 34.HaritsSalsabil
    router(config) akan berubah menjadi 34.HaritsSalsabil(config)

  3. Line Console
  4.    Fungsi dari perintah ini yaitu untuk mengaktifkan password pada line console, sehingga hanya orang yang mengetahui password saja yang bisa mengakses router/switch melalui line console.

    34.HaritsSalsabil(config)#line console 0
    34.HaritsSalsabil(config-line)#password (masukkan password)
    contoh : 34.HaritsSalsabil(config-line)#password haritssalsabil
    34.HaritsSalsabil(config-line)#login
    34.HaritsSalsabil(config-line)#exit (untuk kembali ke modus privilege EXEC)

  5. Line Virtual Terminal
  6.    Fungsi dari perintah ini yaitu untuk mengaktifkan password pada line console, sehingga hanya orang yang mengetahui password saja yang bisa mengakses router/switch melalui line console.

    34.HaritsSalsabil(config)#line vty 0 15
    34.HaritsSalsabil(config-line)#password (masukkan password)
    contoh : 34.HaritsSalsabil(config-line)#password haritssalsabil
    34.HaritsSalsabil(config-line)#login
    34.HaritsSalsabil(config-line)#exit (untuk kembali ke modus privilege EXEC)

  7. Banner MOTD
  8.    Fungsi dari perintah ini yaitu memberikan kata peringatan ketika seorang user mencoba mengakses router/switch dengan password yang salah. 34.HaritsSalsabil(config)#banner motd"(kata yang ingin digunakan)"
    contoh : 34.HaritsSalsabil(config)#banner motd"Belajar Cisco"

    referensi : gebygetap.blogspot.com/konfigurasi-dasar-switch-cisco.html
Continue reading Konfigurasi Dasar Cisco

Rabu, 10 Juni 2020

Konfigurasi Dasar Cisco Switch

Konfigurasi Dasar Cisco Switch

    membuat konfigurasi :
  • Konfigurasi switch melalui PC-0, menggunakan kabel console
  • Pilih kabel console -> klik pada PC-0 -> pilih RS 232
  • kabel konsole ke switch, di switch pilih console.

  1. Mengganti Hostname
  2.    Fungsi dari perintah ini yaitu untuk memberi nama router atau switch. switch(config)#hostname (nama yang diinginkan)
    contoh : switch(config)#hostname 34.HaritsSalsabil
    Switch(config) akan berubah menjadi 34.HaritsSalsabil(config)


  3. Line Console
  4.    Fungsi dari perintah ini yaitu untuk mengaktifkan password pada line console, sehingga hanya orang yang mengetahui password saja yang bisa mengakses router/switch melalui line console.

    34.HaritsSalsabil(config)#line console 0
    34.HaritsSalsabil(config-line)#password (masukkan password)
    contoh : 34.HaritsSalsabil(config-line)#password haritssalsabil
    34.HaritsSalsabil(config-line)#login
    34.HaritsSalsabil(config-line)#exit (untuk kembali ke modus privilege EXEC)


  5. Line Virtual Terminal
  6.    Fungsi dari perintah ini yaitu untuk mengaktifkan password pada line console, sehingga hanya orang yang mengetahui password saja yang bisa mengakses router/switch melalui line console.

    34.HaritsSalsabil(config)#line vty 0 15
    34.HaritsSalsabil(config-line)#password (masukkan password)
    contoh : 34.HaritsSalsabil(config-line)#password haritssalsabil
    34.HaritsSalsabil(config-line)#login
    34.HaritsSalsabil(config-line)#exit (untuk kembali ke modus privilege EXEC)


  7. Banner MOTD
  8.    Fungsi dari perintah ini yaitu memberikan kata peringatan ketika seorang user mencoba mengakses router/switch dengan password yang salah. 34.HaritsSalsabil(config)#banner motd"(kata yang ingin digunakan)"
    contoh : 34.HaritsSalsabil(config)#banner motd"Belajar Cisco"


    referensi : gebygetap.blogspot.com/konfigurasi-dasar-switch-cisco.html
Continue reading Konfigurasi Dasar Cisco Switch