Senin, 20 Desember 2021

Data Forgery 13.5A.37

 DATA FORGERY

C:\Users\Disa\AppData\Local\Temp\ksohtml8100\wps1.jpg


Disusun Oleh: 

1. Syaifatul Husnah (13190139)

2. Disa Putri Irdiani (13190310)

3. Muhammad Nur Faiz (13190345)

4. Harits Salsabil (13190480)





FAKULTAS TEKNOLOGI INFORMATIKA

PROGRAM STUDI TEKNOLOGI KOMPUTER

UNIVERSITAS BINA SARANA INFORMATIKA 

JAKARTA 2021


Kata Pengantar

Puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah swt., karena berkat rahmat dan hidayah Nya penulis dapat menyelesaikan makalah tentang Data Forgery. Makalah ini disusun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Etika Profesi Teknologi Informasi dan Komunikasi. Maka makalah ini dirancang untuk menambah pengetahuan Data Forgery, serta pembaca dapat mengaplikasikannya pada kehidupan sehari hari. Dalam membuat makalah ini, banyak pihak yang telah memberikan bantuan, bimbingan dan dorongan, terutama dosen pengampu mata kuliah Etika Profesi Teknologi Informasi dan Komunikasi. Oleh karena itu, dengan segenap kerendahan hati, pada kesempatan ini penulis menyampaikan ucapan terimakasih kepada pihak pihak yang telah membantu.Penulis menyadari bahwa makalah yang disusun ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran yang bersifat membangun, penulis harapkan. Namun penulis berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat khususnya bagi penulis, umumnya bagi pembaca.

BAB I

Pendahuluan

Teknologi Informasi yang berkembang cepat pada saat ini, membuat penggunaan komputer dan internet semakin banyak, salah satunya adalah penyimpanan data. Sebelum ada komputer dan internet, menyimpan data-data menggunakan lemari besar.

Saat ini, menyimpan data menggunakan komputer dan internet pada database yang mana membuat pencarian data lebih cepat dibanding cara lama menyimpan data. Walaupun sudah menggunakan teknologi canggih, data-data yang disimpan dalam database ini pun masih dapat dicuri

BAB II

Landasan Teori

2.1 Pengertian Data Forgery 

Data forgery adalah data pemalsuan atau dalam dunia cybercrime Data forgery merupakan kejahatan dengan memalsukan data pada dokumen-dokumen penting yang tersimpan sebagai scripless document melalui Internet. Kejahatan ini biasanya ditujukan pada dokumen-dokumen e-commerce dengan membuat seolah-olah terjadi “salah ketik’ yang pada akhirnya akan menguntungkan pelaku karena korban akan memasukkan data pribadi dan nomor kartu kredit yang dapat saja disalah gunakan. 

Kejahatan jenis ini dilakukan dengan tujuan memalsukan data pada dokumen-dokumen penting yang ada di internet. Dokumen-dokumen ini biasanya dimiliki oleh institusi atau lembaga yang memiliki situs berbasis web database. 

Data Forgery biasanya diawali dengan pencurian data-data penting, baik itu disadari atau tidak oleh si pemilik data tersebut. Menurut pandangan penulis, data forgery bisa digunakan dengan 2 cara yakni:

  1. Server Side (Sisi Server)

Yang dimaksud dengan server side adalah pemalsuan yang cara mendapatkan datanya adalah dengan si pelaku membuat sebuah fake website yang sama persis dengan web yang sebenarnya. Cara ini mengandalkan dengan kelengahan dan kesalahan pengguna karena salah ketik. 

  1. Client Side (Sisi Pengguna)

Penggunaan cara ini sebenarnya bisa dibilang jauh lebih mudah dibandingkan dengan server side, karena si pelaku tidak perlu untuk membuat sebuah fake website. Si pelaku hanya memanfaatkan sebuah aplikasi yang sebuah aplikasi yang sebenarnya legal, hanya saja penggunaannya yang disalahgunakan. 

 

2.2 Dampak Cybercrime

2.2.1 Dampak Cybercrime Terhadap Keamanan Negara 

  1. Kurangnya kepercayaan dunia terhadap indonesia 

  2. Berpotensi menghancurkan negara 

2.2.2 Dampak Cybercrime Terhadap Keamanan Dalam Negeri 

  1. Kerawanan sosial dan politik yang ditimbulkan dari cybercrime antara lain isu-isu yang meresahkan, memanipulasi simbol-simbol kenegaraan, dan partai politik dengan tujuan untuk mengacaukan keadaan agar tercipta suasana yang tidak kondusif. 

  2. Munculnya pengaruh negatif dari maraknya situs-situs porno yang dapat diakses bebas tanpa batas yang dapat merusak moral bangsa.


BAB III

Pembahasan

3.1 Contoh Kasus Data Forgery 

  1. Data Forgery pada E-Banking BCA (Memalsukan sebuah website bank)

Dunia perbankan melalui internet (e-banking) indonesia, dikejutkan oleh ulah 

seseorang bernama Steven Haryanto, seorang hacker dan jurnalis pada majalah master 

Web. Lelaki asal bandung ii dengan sengaja membuat situs serupa layanan internet 

banking Bank Central Asia, (BCA). Steven membeli domain-domain dengan nama 

mirip http://www.klikbca.com (situs asli internet banking BCA), yaitu domain 

- http://www.klik-bca.com,www.klikbca.com

- http://www.clikbca.com

- http://www.klickca.com

- http://www.klikbac.com

Isi situs-situs plesetan ini pun nyaris sama kecuali tidak adanya security untuk bertransaksi dan adanya formulir akses (login form) palsu. Jika nasabah BCA salah mengetik situs BCA asli maka nasabah tersebut masuk perangkap situs plesetan yang dibuat oleh Steven sehingga identitas pengguna (user id) dan nomor identitas personal (PIN). Dapat diketahuinya. 

Motifnya : Si pelaku menyalin tampilan website Bank BCA yang seolah-olah milik BCA. Tindakan tersebut dilakukan untuk mengecoh nasabah sehingga pelaku dapat mengambil identitas korban.


  1. Email Phishing 

Modus yang mengirim sebuah email phising yaitu pengiriman email yang bertujuan untuk mencuri data rahasia tentang akun kita, email seperti ini harus kita diwaspadai, caranya adalah dengan tidak mengindahkan data menuruti perintah-perintah si hacker tersebut. Selanjutnya lakukan blokir alamat email dari si pengirim e-mail phising tersebut. 

Motifnya : Mengirimkan sebuah e-mail phising yang bertujuan untuk mencuri data-data rahasia tentang akun kita, dan mendapatkan keuntungan bagi pelaku.


3.2 Penyebab Terjadinya Data Forgery 

  • Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya cyber crime khususnya data forgery : 

  1. Faktor politik 

Faktor ini biasanya dilakukan oleh oknum-oknum tertentu untuk mencari informasi tentang lawan politiknya. 

  1. Faktor ekonomi 

Karena latar belakang ekonomi orang bisa melakukan apa saja, apalagi dengan kecanggihan dunia cybercrime kejahatan semakin mudah dilakukan dengan modal cukup dengan keahlian dibidang komputer saja. 

  1. Faktor sosial budaya 

Ada beberapa aspek untuk faktor sosial budaya:

  1. Kemajuan teknologi informasi 

  2. Sumber daya manusia 

  3. Komunitas baru 



3.3 Penanggulangan Data Forgery

  1. Kode OTP

Jangan memberikan kode OTP yang diberikan suatu website ke orang lain.

  1. Verify your Account 

Jika verify nya meminta username, password dan data lainnya, jangan memberikan reaksi balik. Anda harus selalu ingat password jangan pernah diberikan kepada siapapun. Namun jika anda mendaftarkan account di suatu situs dan harus memverifikasinya dengan mengklik suatu URL tertentu tanpa minta mengirimkan data macam-macam, lakukan saja, karena ini mekanisme umum.

BAB IV

Penutup

4.1 Dari hasil pemaparan dari semua bab-bab di atas kita bisa menarik kesimpulan sebagai berikut

  1. Data forgery merupakan sebuah kejahatan di internet yang sangat berbahaya.

  2. Kejahatan data forgery ditujukan untuk pemalsuan dan juga pencurian data-data maupun dokumen-dokumen penting baik di instansi pemerintahan maupun perusahaan swasta.

  3. Kejahatan Data forgery berpengaruh terhadap keamanan Negara.

Referensi: 

https://agylixynsi.wordpress.com/contoh-kasus-data-forgery-pada-e-banking-bca

https://www.kompasiana.com/primarissaaa/60d3363cbb44863d1032ef42/data-forgery?page=all&page_images=1

https://www.academia.edu/42969175/Makalah_EPTIK_Pertemuan_11_DATA_FORGERY_


Continue reading Data Forgery 13.5A.37